Festival Diwali merupakan adat budaya India yang selalu di laksanakan oleh seluruh warga India yang beragama Hindu. Setiap pelaksanaan Festival ini yang berlangsung selama 5 hari, pasti sanngat ramai dari pengunjung Domestik maupun Mancarnegara. Festival Diwali di India ini merupakan festival perayaan cahaya. Beberapa orang menyebutnya, festival ini sebagai bentuk kemenangan dan kejayaan terlihat dari gemerlapnya cahaya yang napak pada saat upacara perayaan. Bagi yang mempercayai, Festival ini merupakan sebuah simbol dari kemenangan kebenaran atas keburukan.

Dikutip dari How and Why do Hindus Celebrate Divali? (2013) karya Jean Mead, Diwali merupakan lambang spiritual mengenai “kemenangan terang atas kegelapan, kebaikan atas kejahatan, dan pengetahuan atas ketidaktahuan.” Diwali dikenal dengan berbagai istilah lainnya seperti Deepawali, Deepavali, atau Dipavali. Keragaman istilah ini disesuaikan dengan bahasa asalnya. Seperti diketahui, cukup banyak bahasa lokal yang digunakan di India, semisal Sanskerta, Hindi, Marathi, Kannada, Urdu, Tamil, dan seterusnya.

Manohar Laxman Varadpande lewat buku History of Indian Theatre (1987) mencatat, istilah Deepavali (Dipavali atau Diwali) bermula dari abad ke-7 Masehi. Deepavali diperkirakan berasal dari bahasa Sanskerta versi Nagananda, yakni Dipapratipadotsava. Ada banyak cerita  tentang perayaan Festival Diwali di India. Salah satunya adalah kepercayaan seorang Dewi Laksmi yang merupakan simbol kemakmuran saat perayaan akan turun .

Pada perayaan Diwali ini, banyak toko toko, bangunan sepanjang jalan, serta banyak dari pusat pusat keramaian yang berada di India merayakannya dengan sukacita. Bahkan perayaan Diwali ini juga sering di kunjungi oleh para penikmat traveler dari luar kota dan tak ketinggalan juga kemerihan Pesta selama 5 hari dengan konsep yang berbeda beda sangat menjadi magnet bagi wisatawan tersebut.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Now!